Peran Konselor dalam Meningkatkan Disiplin Siswa: Tinjauan Berdasarkan Persepsi Siswa

Rezki Hariko

Abstract


Disiplin didefinisikan sebagai sikap mental yang menggambarkan ketaatan, kerelaan, kesadaran dan tanggung jawab individu maupun kelompok untuk melakukan tugas dan kewajiban berdasarkan aturan-aturan yang telah disepakati. Sebagai aspek penting yang mesti dimiliki oleh setiap siswa, peran konselor sangat diperlukan bagi pengembangan dan/atau peningkatan disiplin siswa. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi siswa tentang peran konselor dalam meningkatkan disiplin siswa. Penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Data penelitian diperoleh setelah 246 siswa SMAN 1 Lintau, Sumatera Barat, menyelesaikan skala pengukuran persepsi siswa tentang peran konselor untuk meningkatkan disiplin siswa yang disusun berdasarkan model skala Likert. Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif. Kesimpulan dari penelitian adalah siswa berpersepsi bahwa konselor belum berperan secara optimal dalam meningkatkan disiplin siswa.

Keywords


peran konselor, disiplin siswa, persepsi

References


Amri, S. (2013). Pengembangan dan model pembelajaran dalam kurikulum 2013. Jakarta: Prestasi Pustaka.

Ardi, Z., & Hariko, R. (2014). Gambaran Kegiatan Belajar Siswa Sumatera Barat.

Corey, M. S., Corey, G., & Corey, C. (2014). Groups: Process and Practice. Belmont: Cengage Learning.

Endarmoko, E. (2007). Tesaurus Bahasa Indonesia. Gramedia Pustaka Utama.

Enung, F. (2016). Psikologi perkembangan (perkembangan peserta didik).

Firman, F., Karneli, Y., & Hariko, R. (2018a). Improving Students’ Moral Logical Thinking and Preventing Violent Acts Through Group Counseling in Senior High Schools. Advanced Science Letters, 24(1), 24–26.

Firman, F., Karneli, Y., & Hariko, R. (2018b). Pencegahan Tindakan Kekerasan Melalui Layanan Informasi Menggunakan Pendekatan Problem Solving dalam Peningkatan Kontrol Diri Siswa di Sekolah. Retrieved December 2, 2018, from https://www.researchgate.net/publication/328428892_Pencegahan_Tindakan_Kekerasan_Melalui_Layanan_Informasi_Menggunakan_Pendekatan_Problem_Solving_dalam_Peningkatan_Kontrol_Diri_Siswa_di_Sekolah

Gladding, S. T. (2012). Counseling: A Comprehensive Profession. New York: Pearson Higher Ed.

Hariko, R. (2016). Ilmu Bimbingan dan Konseling, Nilai dan Kesejahteraan Individu: Studi Literatur. Jurnal Konseling Dan Pendidikan, 4(2), 118–123.

Hariko, R. (2017). Landasan Filosofis Keterampilan Komunikasi Konseling. Jurnal Kajian Bimbingan Dan Konseling, 2(1). https://doi.org/10.17977/um001v2i22017p041

Hariko, R. (2018a). Are High School Students Motivated to Attend Counseling ? COUNS-EDU: The International Journal of Counseling and Education, 3(1). https://doi.org/10.23916/0020180312210

Hariko, R. (2018b). Hubungan kontrol diri dengan perilaku bullying siswa. Counsellia: Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 8(2), 88–99. https://doi.org/10.25273/counsellia.v8i2.2693

Hikmawati, F. (2012). Bimbingan dan Konseling. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.

Indonesia. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tentang Sistem Pendidikan Nasional (2003). Republik Indonesia.

Muhammad, H. (2017). Peran Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor dalam Penguatan Karakter dan Pengembangan Karier Peserta Didik. In Seminar Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Malang. Malang: Universitas Negeri Malang.

Mulyasa, E. (2011). Manajemen pendidikan karakter. Jakarta: Bumi Aksara, 165–189.

Neukrug, E. (2011). The World of The Counselor: An Introduction to The Counseling Profession. Belmont: Nelson Education.

Prayitno. (2007). Konsolidasi Profesionalisasi Konselor. Padang: Universitas Negeri Padang.

Prayitno. (2008). Dasar Teori dan Praksis Pendidikan. Padang: UNP Press. Padang: UNP Press.

Prayitno. (2017). Konseling Profesional yang Berhasil. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.

Prayitno, M, S., R, T., Wibowo, M. E., To, K., Zamzami, A., … Moenir. (1997). Seri Pemandu Pelaksanaan BK di Sekolah. Jakarta: PT. Ikrar Mandiri Abadi.

Sardiman. (2012). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali Press.

Sudrajat, A. (2008). Perkembangan Kognitif. Jakarta: Bumi Aksara.

Sudrajat, A. (2011). Mengapa Pendidikan Karakter? Jurnal Pendidikan Karakter, 1(1).

Tu’u, T. (2004). Peran Disiplin pada Perilaku dan Prestasi Siswa. Jakarta: Grasindo.

Yasin, F. (2013). Penumbuhan Kedisiplinan sebagai Pembentukan Karakter Peserta Didik di Madrasah. El-Hikmah, (1).




DOI: http://dx.doi.org/10.31100/jurkam.v3i1.266


Copyright (c) 2019 Rezki Hariko

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View JURKAM My Stats