PENGARUH MOTIVASI BELAJAR TERHADAP KETUNTASAN BELAJAR SAINS MELALUI PELAKSANAAN PROGRAM PEMBELAJARAN RETRIEVAL REMEDIAL MURID SD DI KOTA MAKASSAR

Penulis

  • Khaerun Nisa’a Tayibu STKIP Andi Matappa, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31100/dikdas.v1i2.280

Kata Kunci:

Motivasi belajar, program pembelajaran Retrieval Remedial, dan Ketuntasan Belajar Sains.

Abstrak

Motivasi belajar siswa sangat menentukan ketuntasan belajar Sains siswa yang mengikuti program pembelajaran Retrieval Remedial Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Ketuntasan Belajar Sains Melalui Pelaksanaan Pembelajaran Retrieval Remedial Murid di SD Negeri Kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah ex-post facto yang bersifat kausalitas. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa yang mengikuti program pembelajaran Retrieval Remedial di 7 SD Negeri Kota Makassar yaitu sebanyak 87 siswa. Sampel penelitian sebanyak 14 siswa yang diambil dengan menggunakan multistage random sampling. Instrumen yang digunakan terdiri dari angket motivasi belajar dan angket program pembelajaran retrieval remedial. Data dianalisis dengan menggunakan statistika deskriptif dan statistika inferensial yakni analisis jalur (path anlysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (i) motivasi belajar siswa SD Negeri di kota Makassar berada pada kategori Baik. (ii) Program Pembelajaran Retrieval Remedial siswa SD Negeri di Kota Makassar berada pada kategori Cukup. (iii) Ketuntasan Belajar Sains siswa SD di Kota Makassar berada pada kategori Cukup. (iv) Motivasi berpengaruh signifikan terhadap ketuntasan belajar Sains. (v) Program Pembelajaran Retrieval Remedial tidak berpengaruh secara signifikan terhadap ketuntasan belajar Sains. (vi) Motivasi belajar berpengaruh secara signifikan terhadap ketuntasan belajar Sains melalui program pembelajaran Retrieval Remedial.

Referensi

Ahmadi, Abu dan Widodo Supriono. 2004. Psikologi Belajar, Jakarta: Rineka Cipta

Anwar. 2004. Pendidikan kecakapan hidup (Life Skill Education). Bandung: Alfabeta

Baharuddin dan Esa Nur Wahyuni. 2012. Teori Belajar dan Pembelajaran, Yogyakarta: Ar Ruz Media.

Departemen Pendidikan Dasar. 2014. Standar Kompetensi Mata Pelajaran Sains Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah. Jakarta: Depertemen Pendidikan Nasional.

Dimyati dan Mudjiono, 2009. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar. 2014. Panduan Pelaksanaan Pembelajaran dalam Program Retrieval Remedial di Sekolah Dasar. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Direktorat Jendral Pendidikan Dasar

Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar. 2014. Petunjuk Teknis penyelenggaraan program Kembali Bersekolah (Retrieval Remedial) sekolah dasar. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Direktorat Jendral Pendidikan Dasar

Djaali. 2007. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Bumi aksara.

Edi. M. 2011. Keterampilan Proses Sains Di Sekolah Dasar. (online), (https://www.academia.edu/8851414/Keterampilan_Proses_Sains_-_Sekolah_Dasar). di akses 7 Agustus 2011.

Ghozali, Imam. 2005. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 19 (edisi kelima). Semarang: Universitas Diponegoro.

Gintings, Abdorrakhman.2010. Esensi Praktis Belajar dan Mengajar. Bandung: Humaniora.

Handoko, Badriyah. 2013. Pengelolaan PAUD Berbasis Masyarakat Dengan Pendekatan Holistik Integratif. PP-PAUDNI

Hernawan, Asep herry. 2012. Diktat Pendidikan Sains. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

Iskandar M, Srini. 1997. Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Direktorat Jendral Pendidikan Dasar. Bagian proyek pengembangan pendidikan Guru Sekolah dasar. IBRD:LOAN 3496-IND.

Khafid, Muhammad. 2008. Pengaruh Lingkungan keluarga, Lingkungan sekolah, metode pembelajaran, dan motivasi belajar terhadap ketuntasan belajar Akuntansi kelas XI di Madrasah Aliyah YASPIA Grobogan. Skripsi. Pontianak.

Nasution, S. 2009. Sosiologi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Nugroho, Aditya. 2015. Pengaruh Motivasi Dan Minat Terhadap Prestasi Siswa Pada Mata Diklat Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Di Smk Negeri 1 Sedaya. Skripsi. Universitas Negeri Yogyakarta.

Nurhasanah. 2015. Contextual Game Learning (Cgl) As A Means Of Improving Elementary School Students’ Abilities In Learning Mathematics In Special Service Class (Retrieval-Remedial) Program In Indonesia. International Journal of Technical Research and Applications e-ISSN: 2320-8163, www.ijtra.com Special Issue 20 (June, 2015).

Purwanto, M. Ngalim. 2006. Psikologi Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Ruslan. 2009. Validitas Isi. Buletin Pa’buritta. No. X. Tahun IV. September

Rustaman, N.Y, dkk. 2003. Strategi Belajar Mengajar Biologi. Jurusan Pendidikan Biologi UPI. Bandung.

Santoso, Singgih. 2002. Buku Latihan SPSS Statistik Multivariate. Jakarta : Elex Media Komputindo

Sardiman. A. M. 2011. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali Pers.

Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rieneka Cipta.

Slavin, R. 2000. Educational Psychology Theory and Practice. Boston: Allyn Bacon.

Soemanto, Wasty. 1998. Psikologi Pendidikan, Jakarta: Rineka Cipta.

Sukardi, Dewa Ketut. 2000. Bimbingan dan Penyuluhan Belajar di Sekolah. Surabaya: Usaha Nasional,

Supina. 2013. Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas Xi Pada Mata Pelajaran Ekonomi di SMA. Skripsi. Pontianak: Universitas Tanjungpura.

Suryabrata, Sumardi 2002. Psikologi Pendidikan, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Syah, Muhibbin. 2004. Psikologi Pendidikan dengan Metode Pendekatan Baru. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Tiro, M. A & Sukarna. 2012. Pengembangan Instrumen Pengumpulan Data Penelitian. Makassar: Andira Publisher.

Trianto. 2010. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif: Konsep, Landasan, dan Implementasinya pada Kurikulum Tingkat Satuan

Diterbitkan

2018-09-30

Terbitan

Bagian

Articles

Citation Check