Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah dalam Menyelesaikan Soal Cerita pada Materi Operasi Hitung Campuran Kelas II Sekolah Dasar

Penulis

  • Dewi Budi Juniati Universitas PGRI Semarang, Indonesia
  • Ryky Mandar Sary Universitas PGRI Semarang, Indonesia
  • Filia Prima Artharina Universitas PGRI Semarang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31100/dikdas.v4i2.788

Kata Kunci:

Problem-solving, Mathematics, Elementary School.

Abstrak

The purpose of this study was to describe the problem-solving ability in solving math's word problems on mixed arithmetic operations in grade 2 of elementary school level. This research used a qualitative descriptive approach. The subject of this study consisted of 22 students, then 6 students were taken to be interviewed with the criteria: 2 high abilities; 2 moderate abilities; and 2 low abilities. In this study, researchers also used several methods to collect data: tests, interviews, and documentation. The validity test was done by using the triangulation technique. The result of this research was analyzed using Polya's problem-solving indicator with a percentage of 55.98% in the "fair" category. These are the following details: (1) The problem understanding indicator with a percentage of 79.39% for the "good" category.  (2) The indicator of problem-solving planning with a percentage of 74.54% for the "good" category. (3) The carry out problem-solving indicator with a percentage of 45.45% for the "fair" category. (4) The look back of problem-solving indicator with a percentage of 24.54% for the “poor†category.

Biografi Penulis

Dewi Budi Juniati, Universitas PGRI Semarang

Mahasiswa PGSD, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas PGRI Semarang.

Ryky Mandar Sary, Universitas PGRI Semarang

Dosen PGSD, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas PGRI Semarang.

Filia Prima Artharina, Universitas PGRI Semarang

Dosen PGSD, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas PGRI Semarang.

Referensi

Cahyani, Silvia Dian; Khoiri, Nur; Setianingsih, E. S. (2019). Pengaruh Model Pembelajaran Creative Problem Solving Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Di Sma. Jurnal Ilmiah Dikdaya, 7(1), 83–93. (Retrieved from https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JJPGSD/article/view/17496 diakses pada tanggal, 23 Mei 2020).

Depdiknas. (2006). Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 22 tahun 2006 tentang Standar Isi. Jakarta. (Retrieved from https://asefts63.files.wordpress.com/2011/01/permendiknas-no-22-tahun-2006-standar-isi.pdf diakses pada tanggal, 16 September 2020).

Heryani, Y., & Ramadani, R. (2019). Analisis kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik berdasarkan gaya belajar model honey-. 1(2), 66–71. (Retrieved from http://jurnal.unsil.ac.id/index.php/metaedukasi/article/view/1210 diakses pada tanggal, 9 Juli 2020).

Indriyani, F., Nurcahyono, N. A., & Agustiani, N. (2018). Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Berdasarkan Langkah Ideal Problem Solving. PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika, 7 (2), 56–67. (https://doi.org/10.33373/pythagoras.v7i2.1296 diakses pada tanggal, 9 juli 2020).

NCTM. (2010). Research Brief Is, Why With, Teaching Solving, Problem. (703). (Retrieved from https://www.washoeschools.net/cms/lib/NV01912265/Centricity/Domain/253/Math K-6/NCTM research brief.pdf diakses pada tanggal, 10 Maret 2020).

Runtukahu, J. T. & Kandou, S. (2014). Pembelajaran Matematika Dasar Bagi Anak Berkesulitan Belajar. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Sugiyono. (2014). Memahami penelitian kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Sumartini, T. S. (2018). Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa melalui Pembelajaran Berbasis Masalah. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, 5 (2), 148–158. (https://doi.org/10.31980/mosharafa.v5i2.270 diakses pada tanggal, 23 Mei 2020).

Susanto, A. (2016). Teori belajar dan pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta: Kencana.

Sutisna. (2010). Analisis kesulitan menyelesaikan soal cerita Matematika pada siswa kelas IV MI YAPIA Parung-Bogor. (Skripsi, Tidak Dipublikasikan). UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Jakarta.

Tumardi. (2011). Pembelajaran Soal Cerita pada Mata Pelajaran Matematika dengan Strategi Scaffolding di Kelas III SDN Sutojayan Kecamatan Pakisaji. Universitas Negeri Malang.(Retrieved from http://library.um.ac.id/free-contents/index.php/pub/detail/pembelajaran-soal-cerita diakses pada tanggal, 16 April 2020).

Utari, T., Arista, E.D.W., & Fitri, A. (2016). Masalah Non Rutin dalam Buku Ajar Matematika untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif. Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika UNY 2016, 541 – 548. (Retrieved from http://jurnal.unsil.ac.id/index.php/metaedukasi/article/view/1210 diakses pada tanggal 23 Mei 2020).

Wati, R. W., & Sary, R. M. (2019). Analisis kemampuan menyelesaikan masalah soal cerita pada materi pecahan di sekolah dasar. (2). (Retrieved from http://conference.upgris.ac.id/index.php/sendika/article/view/394 diakses pada tanggal, 7 Juli 2020).

Yarmayani, A. (2016). Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas Xi Mipa Sma Negeri 1 Kota Jambi. Jurnal Ilmiah Dikdaya, 6 (2), 12–19. (Retrieved from http://dikdaya.unbari.ac.id/index.php/dikdaya/article/view/9 diakses pada tanggal, 16 April).

Yuwono, T., Supanggih, M., & Ferdiani, R. D. (2018). Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika dalam Menyelesaikan Soal Cerita Berdasarkan Prosedur Polya. Jurnal Tadris Matematika, 1(2), 137–144. (https://doi.org/10.21274/jtm.2018.1.2.137-144 diakses pada tanggal, 16 April 2020).

Diterbitkan

2021-08-23

Terbitan

Bagian

Articles

Citation Check