Penerimaan Anak Dengan Orangtua Remarriage

Authors

  • Putri Ayu Wiwik Wulandari Surabaya University, Indonesia
  • Eva Meizara Puspita Dewi Universitas Negeri Makassar, Indonesia
  • Muhammad Nur Hidayat Nurdin Universitas Negeri Makassar, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31100/jurkam.v5i1.1053

Keywords:

Remaja, Penerimaan, Remarriage

Abstract

Anak dalam keluarga remarriage mengalami kesulitan dalam penerimaan anggota keluarga barunya, sehingga membutuhkan proses dalam melakukan penyesuaian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana cara anak dalam melakukan penyesuaian terhadap remarriage yang dilakukan oleh orangtua, sehingga anak lebih mudah menerima keadaan keluarga barunya. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Responden dalam penelitian ini sebanyak 3 orang yang memenuhi kriteria usia remaja, yaitu 13 hingga 21 tahun. Data diperoleh dengan menggunakan wawancara secara langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; pertama, orangtua yang melakukan remarriage dan memiliki anak dengan usia muda ternyata lebih mudah menerima keluarga barunya, ketika melakukan perkenalan sebelum menikah dan melakukan pendekatan setelah menikah. Kedua, penerimaan anak pada orangtua yang melakukan remarriage terbagi dua, yaitu anak menerima dengan sepenuh hati anggota keluarga barunya, dan anak menerima keluarga barunya tapi masih terdapat hambatan dalam interaksi dan komunikasi. Implikasi dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang dapat menyebabkan anak mampu menerima keluarga barunya.

References

Afrizal. (2014). Metode penelitian kualitatif: Sebuah upaya mendukung penggunaan penelitian kualitatif dalam berbagai disiplin ilmu. Jakarta: Rajawali Pers.

Basrowi, & Suwandi. (2008). Memahami penelitian kualitatif. Jakarta: PT. RinekaCipta.

Chaplin, J.P. (2011). Kamus lengkap psikologi. Terjemahan oleh Kartini Kartono. Jakarta: PT. Raja GrafindoPersada.

Fagan, P. F, & Churchill, A. (2012). The effects of divorce on children. Research Synthesis, 1-48.

Hurlock, E.B. (2018). Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan (edisi lima). Terjemahan oleh Istimidayanti & Soedjarwo. Jakarta: Erlangga.

Lasswell, M., & Lasswell, T. (1987). Marriage and family. California: Wadsworth Publishing Company.

Lestari, S. (2014). Psikologi keluarga: Penanaman nilai & penanganan konflik dalam keluarga. Jakarta: Kencana Prenadamedia Group.

Perry-Fraser, C., & Fraser, R. (2017). A qualitative analysis of difficulties on ¬transition days in blended families. Journal of Advances in Applied Sociology, 7, 245-259.

Portrie, T., & Hill, N. R. (2005). Blended family: A critical review of the current research. The Family Journal: Counseling and Therapy for Couples and Families, 13, 445-450.

Reber, A. S. & Reber, E. S. (2016). Kamus psikologi. Terjemahan oleh Yudi Santoso. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Santrock, J. W. (2012). Perkembangan masa – hidup (edisi ketiga belas jilid satu). Terjemahan oleh Benedictine Widyasinta. Jakarta: Erlangga.

Suharsaputra, U. (2012). Metode penelitian: Kuantitatif, kualitatif, dan tindakan. Bandung: PT. Refika Aditama.

Sutoyo, A. (2014). Pemahaman individu: Observasi, checklist, interviu, kuesioner, sosiometri. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Zeleznikow, L., & Zeleznikow, J. (2015). Supporting blended families to remain intact: A case study. Journal of divorce and remarriage, 56, 317-335.

Downloads

Published

2021-02-27

Issue

Section

Articles

Citation Check