Pelatihan Anti Bullying Mampu Meningkatkan Pemahaman Guru Dalam Mencegah Perilaku Bullying

Authors

DOI:

https://doi.org/10.31100/jurkam.v4i1.382

Keywords:

Pelatihan Anti Bullying, Pemahaman Guru, Perilaku Bullying

Abstract

Ketika kasus bullying mulai dikeluhkan orangtua peserta didik maka sorotan tajam akan ditujukan kepada pihak sekolah. Oleh karena itu, pihak sekolah diharapkan mampu menjalankan tujuan konsep pendidikan yang ada sehingga kasus bullying bisa dicegah kemunculannya. Pihak sekolah dituntut untuk melakukan pengawasan yang efektif kepada seluruh peserta didik sehingga peluang bullying bisa ditiadakan terjadi di lingkungan sekolah. Bertolak pada sekolah yang diteliti maka diperoleh fakta bahwa guru-guru wali kelas mengalami kesulitan membedakan perilaku anak-anak yang sewajarnya dan tindakan bullying itu sendiri di kalangan peseta didik. Pemahaman guru yang minim terkait konsep bullying menjadi salah satu pencetus tindakan bullying menjamur di kalangan peserta didik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merumuskan sebuah langkah sistematis untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada para guru dalam bentuk pelatihan anti bullying yang menekankan pada pengenalan konsep dasar bullying sehingga guru bisa mampu berperan aktif dalam mencegah perilaku bullying. Hasil penelitian membuktikan bahwa pelatihan anti-bullying yang diberikan kepada guru telah meningkatkan pengetahuan guru mengenai definisi, bentuk, faktor, dampak, cara mengidentifikasi, dan guru terlibat dalam upaya mencegah bullying dengan memanfaatkan fungsi bystander  (saksi) di sekolah.

References

Agungbudiprabowo, A. (2018). Bullying Dan Upaya Pencegahannya Dalam Layanan Bimbingan Dan Konseling.

Prosiding Seminar Nasional STKIP Andi Matappa Pangkep, 1(1), 49–55.

Amini, Y. S. J. (2008). Bullying: mengatasi kekerasan di sekolah dan lingkungan sekitar anak. In Jakarta: Grasindo.

Arinata, F. S., Sugiyo, S., & Purwanto, E. (2017). Keefektifan Bimbingan Kelompok Teknik Modeling dan Pengukuhan Positif untuk Mengurangi Perilaku Bullying Siswa SD. Jurnal Bimbingan Konseling, 6(2), 154–158.

Aryuni, M. (2017). STRATEGI PENCEGAHAN BULLYING MELALUI PROGRAM “SEKOLAH CARE†BAGI FASILITATOR SEBAYA (BULLYING PREVENTION STRATEGIES THROUGH THE “CARE SCHOOL†PROGRAM FOR PEER FACILITATOR). ASIAN JOURNAL OF ENVIRONMENT, HISTORY AND HERITAGE, 1(1), 211-222.

Astuti, P. R. (2008). Meredam Bullying: 3 cara efektif menanggulangi kekerasan pada anak. In Jakarta: Grasindo.

Chaplin, J. P. (2006). Kamus lengkap psikologi (terjemahan Kartini Kartono). In Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Dwipayanti, I. A. S., & Indrawati, K. R. (2014). Hubungan Antara Tindakan Bullying dengan Prestasi Belajar Anak Korban Bullying pada Tingkat Sekolah Dasar. Jurnal Psikologi Udayana, 1(2), 251–260.

Glew, G., Rivara, F., & Feudtner, C. (2000). Bullying: children hurting children. Pediatrics in Review, 21(6), 183–190.

Halimah, A., Khumas, A., & Zainuddin, K. (2015). Persepsi pada bystander terhadap intensitas bullying pada siswa SMP. Jurnal Psikologi, 42(2), 129–140.

Hanafi, M. (2017). Membangun Profesionalisme Guru Dalam Bingkai Pendidikan Karakter J. Ilmu Budaya, 5(1), 35–45.

Hasan, A. B. P., Firmiana, M. E., Sutiasmita, E., & Rahmawati, S. (2013). Efektivitas Pelatihan Anti-Bullying terhadap Pengetahuan Penanganan Kasus Bullying di Sekolah pada Guru-Guru TK Jakarta. JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA, 2(2), 81–88.

Indonesia, H. P. (2010). Kode etik psikologi Indonesia. Jakarta: Pengurus Pusat Himpunan Psikologi Indonesia.

Kirkpatrick, J. (2009). The Kirkpatrick four levels: A fresh look after 50 years 1959Y2009 [white paper]. Kirkpatrick Partners LLC. Retrieved from http://www. kirkpatrickpartners~….

Komputer, W. (2013). Mengolah Data Statistik Penelitian dengan SPSS 18.

Krahe, B. (2005). Buku panduan psikologi sosial: Perilaku agresif. In Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Muthmainnah, M., Astuti, B., & Fatimaningrum, A. S. (2014). Pelatihan Penanganan Bullying Pada Anak TK. Jurnal Pendidikan Anak, 3(2), 467-477.

Noe, R. A., Hollenbeck, J. R., Gerhart, B., & Wright, P. M. (2017). Human resource management: Gaining a competitive advantage. McGraw-Hill Education New York, NY.

Putri, F. A., & Suyanto, T. (2016). Strategi Guru Dalam Mengatasi Perilaku Bullying Di Smp Negeri 1 Mojokerto. Kajian Moral Dan Kewarganegaraan, 1(4), 62–76.

Rigby, K. (2004). Addressing bullying in schools: Theoretical perspectives and their implications. School Psychology International, 25(3), 287–300.

Saptandari, E. W., & Adiyanti, M. G. (2013). Mengurangi Bullying melalui Program Pelatihan “Guru Peduli.†Jurnal Psikologi, 40(2), 193–210.

Setyawan, D., Putri, R. Y., Rahmawati, R., & others. (2018). Peran Guru dalam Pencegahan Bullying di PAUD. MOTORIC, 2(1), 34–43.

Sitasari, N. W. (2016). Pengetahuan dan Keterampilan Guru dalam Menangani Perilaku Bullying. Forum Ilmiah, 13(2), 145-155.

Sufriani, S., & Sari, E. P. (2017). FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BULLYING PADA ANAK USIA SEKOLAH DI SEKOLAH DASAR KECAMATAN SYIAH KUALA BANDA ACEH. Idea Nursing Journal, 8(3), 1-10.

Suwatno, H., & Priansa, D. J. (2011). Manajemen SDM dalam organisasi Publik dan Bisnis. In Bandung: Alfabeta.

Widayanti, C. G., & Siswati, S. (2009). Fenomena bullying di sekolah dasar negeri di semarang: sebuah studi deskriptif. Junal Psikologi Undip, 5(2), 1-13.

Downloads

Published

2020-08-09

Issue

Section

Articles

Citation Check