Upaya Pemberdayaan Komunitas Perempuan Leihari di Ambon Perspektif Pendampingan dan Konseling Feminis

Authors

  • Beatrix - Rumahlatu Magister Sosiologi Agama, Universitas Kristen Satya Wacana-Salatiga, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31100/jurkam.v4i1.495

Keywords:

Mata Ina, Pendampingan, Konseling Feminis, Kesadaran diri, Penerimaan diri, Komitmen diri, Makna hidup.

Abstract

ABSTRAK: Artikel ini membahas Mata Ina sebagai status sosial setiap perempuan terkhususnya perempuan Leihari - Kota Ambon. Status tersebut telah melekat pada diri perempuan sudah sejak dilahirkan sehingga perempuan memiliki peran besar dalam ritual-ritual adat yang dilaksanakan di dalam negeri Leihari. Penulisan ini bertujuan mengangkat nilai-nilai harkat dan martabat perempuan melalui upaya pemberdayaan dari perspektif pendampingan dan konseling feminis. Metode yang digunakan ialah metode penelitian kualitatif dan teknik wawancara terhadap perempuan dan tokoh-tokoh adat negeri Leihari. Berdasarkan data yang diperoleh, penulis menemukan nilai-nilai yang dapat dikembangkan sebagai upaya pendampingan dan konseling feminis yakni: kesadaran diri, penerimaan diri, komitmen diri dan makna hidup.

 

Kata kunci: Mata Ina; Pendampingan; Konseling Feminis; Kesadaran diri; Penerimaan diri; Komitmen diri; Makna hidup.

 

ABSTRACT: This article discusses Mata Ina as the social status of every woman especially Leihari - Ambon City. This status has been attached to women since birth so that women have a big role in traditional rituals carried out in the country of Leihari. This writing aims to elevate the values and dignity of women through empowerment from the perspective of feminist assistance and counseling. The method used is a qualitative research method and interview techniques with women and traditional leaders in the country of Leihari. Based on the data obtained, the authors found values that could be developed as an effort to assist and counsel feminist namely: self-awareness, self-acceptance, self-commitment and meaning of life.


Keyword:
Mata Ina; Guidance; Counsel feminist; self-awareness; Self-acceptance; Self commitment; meaning of life.

References

DAFTAR RUJUKAN

Bastaman, H. D. (2007). LOGOTERAPI: Psikologi untuk menemukan makna hidup dan meraih hidup bermakna. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.

Brown, B. (2006). Feminist therapy. USA: American Psychological Association.

Clinebell, H. (2002). Tipe-tipe dasar pendampingan dan konseling pastoral. Yogyakarta: PT KANISIUS.

Creswell, J. W. (2010). Research design: Pendekatan Kualitatif, Juantitatif dan Mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Engel, J. D. (2018). Konseling Masalah Masyarakat. Yogyakarta: PT KANISIUS.

Engel, J. D. (2016). Konseling Pastoral dan Isu-isu kontemporer. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Engel, J. D. (2014). Nilai Dasar Logo Konseling. Yogyakarta: PT Kanisius.

Engel, J. D. (2016). Pastoral dan Kebutuhan Dasar Konseling. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Francis, M. E. (1958). Society & Culture an Introduction to Sosiology (Third edition ed.).

Frankl, V. E. (2006). LOGOTERAPI: Terapi Psikologi Melalui Pemaknaan Eksistensi. Yogyakarta: Kreasi Wacana.

Howard, R. A. (2011). Concepts and Controversies in Grief and Loss. Journalof Mental Health Counseling , Vol. 33, No 01, 4.

Noya, H. (2015). Peran single parent terhadap anak dari perspektif konseling feminis. UKSW, Pascasarjana Magister Sosisologi Agama. Salatiga: Tesis tidak diterbitkan.

Pattipeilohy, M. M. (2017, September 14). INA: Perempuan Maluku dalam Bejana kehidupan. Retrieved from https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpnbmaluku/ina-perempuan-maluku-dalam-bejana-kehidupan/.

Rungreangkulkij, T. &. (2013). The effectiveness of Postmodern Feminist Empowering Counseling for Abused Woman: A Perspectives of Thai Abused Woman. International Journal of Behavioral Science , Vol. 8, No 1.

Sadli, S. (2010). Berbeda tetapi Setara: Pemikiran tentang kajian Perempuan . Jakarta: PT Kompas Media Nusantara.

Sands, T. (1998). Feminist counseling an female adolescents: Treatment strategies for depression. Journal of Mental Health Counseling , 20 (1), 42-54.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Tiwery, J. W. (2015). TEOLOGI INA: Terlahir dari rahim Maluku. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Vaan Beek, A. (2017). Pendampingan Pastoral. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Wattimena, J. (2015). Peran perempuan pasca perceraian perspektif konseling feminis. UKSW, Pascasarjana Magister Sosiologi Agama. Salatiga: Tesis tidak diterbitkan.

Whalen, M. &. (2004). Counseling Practice With Feminist Multicultural Perspectives. Journal of Multicultural Counseling and Development , Vol. 32, 379-389.

Widjaja, P. S. (2016). Perempuan, Konflik & Rekonsiliasi: Perspektif Teologi dan Praksis. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Downloads

Published

2020-02-26

Issue

Section

Articles

Citation Check