Pemberdayaan Masyarakat Melalui Peningkatan Kemampuan Berbahasa Inggris Bagi Pengelola Wisata Bukit Kasih Kanonang Minahasa

Authors

  • Mister Gidion Maru Universitas Negeri Manado
  • Meyer Matey Universitas Negeri Manado
  • Revolson Alexius Mege Universitas Negeri Manado
  • Stralen Pratasik Universitas Negeri Manado
  • Veronika Waroka Universitas Negeri Manado

DOI:

https://doi.org/10.31100/matappa.v4i4.1373

Keywords:

Pemberdayaan, pemandu wisata, Bahasa Inggris

Abstract

ABSTRAK

Potensi kehadiran wisatawan asing dalam suatu destinasi wisata belum dapat dimanfaatkan secara optimal akibat kurangnya kemampuan berkomunikasi berbahasa Inggris para pengelola yang meliputi pemandu wisata,  pedagang, penyedia jasa kuliner,  jasa foto,  jasa parkir,  dan aktivitas lainnya. Permasalahan ini dihadapi oleh para pelaku usaha pariwisata di Bukit Kasih Kanonang Kecamatan Kawangkoan kabupaten Minahasa yakni rendahnya penguasaan bahasa Inggris mencakup percakapan sederhana sehubungan dengan pekerjaan yang dilakukan, serta penguasaan tata bahasa dan percakapan dasar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberdayakan  pelaku wisata di kawasan wisata Bukit Kasih Kanonang melalui peningkatan kemampuan berbahasa Inggris Menjawab permasahan yang dihadapi, kegiatan pengabdian kepada masyarakat melakaksanakan langkah penyelesaian masalah dengan melakukan sosialisasi dan pelatihan kemampuan bajasa Inggris dalam konteks peran dan fungsi serta wawasan pelaku usaha pariwisata. Kegiatan yang dilaksanakan dalam bentuk workshop dan pelatihan ini menyajikan materi Bahasa Inggris terkait dengan  peran dan fungsi pengelola kawasan wisata serta pengetahuan tentang tata cara berinteraksi dengan pengunjung baik lokal maupun mancananegara. Hasilnya menunjukkan bahwa kegiatan ini berdampak pada peningkatan pemahaman dan wawasan dari kelompok mitra dalam melayani dan berinteraksi dengan wisatawan mancanegara dan munculnya dorongan untuk mengembangkan produk layanan berupa pembuatan pamlet Bukit Kasih. Dengan demikian harapan akan terjadinya peningkatan layanan jasa pemandu wisata dan peningkatan pendapatan kelompok mitra dapat diwujudkan. Sebagai refleksi, kegiatan pengabdian kepada masyarakat serupa perlu dilakukan kembali dengan melibatkan lebih banyak mitra dan lebih intensif untuk mempercepat peningkatan dan perluasan layanan jasa kepariwisataan di kawasan Bukit Kasih Kanonang Minahasa.

ABSTRACT

The potential visit of foreign tourists to a tourist destination cannot be benefited optimally due to the lack of English communication skills of the tourism doers, including tour guides, traders, culinary service providers, photo services, parking services, and other activities. Such problems are faced by tourism business actors in Bukit Kasih Kanonang, Kawangkoan District, Minahasa Regency, namely the low mastery of English, including simple conversations related to the work being done and mastery of grammar and basic conversation. Thus, this community service activity aims to empower tourism actors in the Bukit Kasih Kanonang tourist area through improving English language skills. In the intention to respond to the problems, this community service activity takes some steps for problem-solving by conducting socialization and training English skills in the context of roles and functions and insight into business actors. Tourist. The activities carried out in workshops and training present English language materials related to the roles and functions of tourism area managers and knowledge about how to interact with visitors both locally and abroad. The results show that this activity impacts understanding and insight from partner groups in serving and interacting with foreign tourists and the emergence of an impetus to develop service products by making Bukit Kasih pamphlets. Thus, the expectation of an increase in tour guide services and an increase in the income of partner groups can be realized

References

Anonimus, 2020. Perkembangan Pariwisata dan Transportasi Nasional Desember 2019. Badan Pusat Statistik Berita Resmi Statistik, 13, 1–16.

Damayanti, L. Sri, 2019. Peranan Keterampilan Berbahasa Inggris Dalam Industri Pariwisata. JOURNEY, 2 (1) : 71 – 82.

Fajri K., T. Kartika & Afriza. L. 2020. Pemberdayaan Masyarakat dalam Meningkatkan Kemampuan Kepemanduan Wisata di Desa Wisata Cibuntu Kabupaten Kuningan Provinsi Jawa Barat. Jurnal Qardhul Hasan; Media Pengabdian kepada Masyarakat. 6 (1) : 28 – 38.

Hartono. M. S., I Made Pageh., Ni Putu Rai Yuliartini., I Wayan Pardi., dan M. J. Setianto 2020. English Capacity Building dalam Pengelolaan Pariwisata pada Kelompok Sadar Wisata Prabawa Giri. Proceeding Senadimas Undiksha. ISBN 978-623-7482-47-5. Hal. 867 – 878.

Hong, K. C. T. 2015. An Evaluation Of English Teaching And Learning In Tourism Training Programs In Vietnam, International Journal of Arts & Sciences Vol 8, no 6.Pp 561-572

Mantra, I. B. N., Ida Ayu Made Widiastuti., Nengah Dwi Handayani., dan Anak Agung Istri Yudhi Pramawati. 2020. English Language Urgency for Tourism and Hospitality Employees to Boost Global Economy. PalArch’s Journal of Archaeology of Egypt/Egyptology 17 (7) : 5458

Martaleni. 2011. Pertumbuhan Pariwisata Global: Tantangan Untuk Pemasaran Daerah Tujuan Wisata (Dtw). Jurnal Manajemen Teori dan Terapan | Tahun 4, No. 2

Moningka, O., dan H. Suprayitno. 2019. Identifikasi Awal Tujuan Wisata di Provinsi Sulawesi Utara bagi Kajian Manajemen Pariwisata. J. Manajemen Aset Infrastruktur dan Fasilitas. 3 (1) 45 – 60

Neumeier, Stefan, and Pollermann, Kim. 2014. Rural Tourism As Promoter Of Rural Development – Prospects And Limitations: Case Study Findings From A Pilot Projectpromoting Village Tourism. Europ.Countrys. · 4 : 270 – 296.

Nicola, M., Alsafi, Z., Sohrabi, C., Kerwan, A., Al-Jabir, A., Iosifidis, C., Agha, M., and R. Agha. 2020. The socio-economic implications of the coronavirus pandemic (Covid-19): A review. International Journal of Surgery, 78 : 185–193.

Sanaubar, G., Hidayat, W., & Kusuma, H. (2017). Pengaruh Potensi Pariwisata Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Sektor Perhotelan di 9 Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Timur Tahun 2012-2015. Jurnal Ilmu Ekonomi, 1(3) : 324 – 339.

Soebagyo. 2012. Strategi Pengembangan Pariwisata di Indonesia. Jurnal of Liquidity, vol 1, no 2 Juli-Desember. hlm 153-158

Utami, B. S. dan A. Kafabih. 2021. Sektor Pariwista Indonesia di Tengah Pandemi Covid-19. 4 (1): 383 – 389.

Witomo, C. M., dan A. Ramadhan. 2018. Potensi Ekonomi Pariwisata Kabupaten Pulau Morotai J. Sosek KP. 13 (1) : 59-71.

Wowor, Mh., G. H. M. Kapantow dan E. Ruauw. 2018. Dampak Objek Wisata Bukit Kasih Terhadap Pendapatan Masyarakat di Desa Kanonang Dua Kecamatan Kwangkoan Barat. Agri-SosioEkonomi 14 (3) : 355 – 364.

Widiastuti, I.A.M.S., Mukminatien, N., Prayogo, J.A., & Irawati, E. 2020. Dissonances between teachers’ beliefs and practices of formative assessment in EFL classes. International Journal of Instruction, 13(1), 71–84

Downloads

Published

2021-11-27

Issue

Section

Articles