Peningkatan Literasi Lingkungan Hidup Lewat Agen Lingkungan “Zaman Now”

Authors

  • Hidayatul Fajri Universitas Negeri Padang
  • Boni Saputra Universitas Negeri Padang
  • Nila Wahyuni Universitas Negeri Padang; Universitas Andalas

DOI:

https://doi.org/10.31100/matappa.v4i4.1542

Keywords:

Agen Lingkungan Hidup, Kampanye Lingkungan Hidup, Literasi Lingkungan Hidup

Abstract

Mitra kami pada kegiatan ini adalah Nagari Lingkuag Aua Bandarejo yang berada di Kabupaten Pasaman Barat. Permasalahan dari nagari mitra adalah menurunnya kualitas hidup masyarakat akibat rusaknya kondisi lingkungan hidup di nagari mitra, rendahnya pengetahuan dan kesadaran lingkungan hidup masyarakat nagari, tidak adanya kesepakatan  bersama (konsensus) dari masyarakat nagari tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup, dan tidak adanya agen lingkungan hidup yang mengampanyekan pentingnya menjaga lingkungan hidup nagari. Solusi yang kami tawarkan untuk menyelesaikan permasalahan mitra adalah dengan meningkatkan literasi masyarakat serta anak-anak dan remaja tentang lingkungan hidup (environmental literacy). Serta menjadikan anak-anak dan remaja sebagai agen lingkungan di tengah masyarakat nagari. sebab mereka merupakan kelompok yang relatif mudah untuk belajar dan menerima pengetahuan dan kebiasaan yang baru. Kegiatan ini dilaksanakan pada September 2020. Adapun pihak yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain; Pemerintah Nagari Persiapan Lingkuang Aua Bandarejo, Badan Musyawarah (BAMUS), Kerapatan Adat Nagari (KAN), serta juga melibatkan unsur-unsur penting di dalam masyarakat seperti: Tokoh-tokoh Agama, Tokoh-tokoh Adat, Tokoh-tokoh Pemuda, Bundo Kanduang memwakili perempuan, unsur kependidikan (Guru), unsur kesehatan (Dokter/bidan), dan perwakilan dari anak-anak.

Author Biographies

Hidayatul Fajri, Universitas Negeri Padang

Jurusan Ilmu Administrasi Negara

Boni Saputra, Universitas Negeri Padang

Ilmu Administrasi Negera

Nila Wahyuni, Universitas Negeri Padang; Universitas Andalas

Ilmu Administrasi Negara; Administrasi Publik

References

Badan Pusat Statistik, "www.bps.go.id," 13 Desember 2019. [Online]. Available: https://www.bps.go.id/publication/2019/12/13/e11bfc8ff8392e5e13a8cff3/statistik-lingkungan-hidup-indonesia-2019.html. [Accessed 20 April 2020].

Badan Pusat Statistik. (2019). Kecamatan Pasaman dalam angka 2019.

Carmenta, R., Zabala, A., Daeli, W., & Phelps, J. (2017). Perceptions across scales of governance and the Indonesia peatland fires. Global Environmental Change, 46, 50-59.

Dunne, D. "carbonbrief.org," 6 Desember 2019. [Online]. Available: https://www.carbonbrief.org/profil-carbon-brief-indonesia. [Accessed 20 April 2019].

Edwards, R. B., Naylor, R. L., Higgins, M. M., & Falcon, W. P. (2020). Causes of Indonesia's forest fires. World Development, 127.

Fajri, H. (2015). Kebijakan Pengelolaan Hutan dan Kemiskinan Masyarakat (Studi Kasus di Nagari Garabak Data dan Nagari Bukik Kanduang, Kabupaten Solok. Natapraja, 3(1), 1-16. https://doi.org/10.21831/jnp.v3i1.11953

Farhan, F., & Hoebink, P. (2019). Can campaigns save forest? Critical reflections from the Tripa campaign, Aceh, Indonesia. Forest Policy and Economics, 105, 17-27.

Greenpeace Indonesia, "www.greenpeace.org," 7 Februari 2020. [Online]. Available: https://www.greenpeace.org/indonesia/cerita/4544/tantangan-kita-bersama-di-tahun-2020/. [Accessed 20 April 2020].

Karokaro, A. S. "mongabay.co.id," 24 April 2018. [Online]. Available: https://www.mongabay.co.id/2018/04/24/walhi-kondisi-indonesia-masih-darurat-ekologis/. [Accessed 20 April 2020].

Kementerian Keuangan Republik Indonesia, "Bumi dalam kantong plastik," Media Keuangan, vol. XIV, no. 144, 2019.

Kristanto, G. A., & Koven, W. (2019). Estimating greenhouse gas emission from municipal solid waste management in Depok, Indonesia. City and Environment, 4.

Lestari, P., & Trihadiningrum, Y. (2019). The impact of improper solid waste management to plastic pollution in Indonesia coast and marine environment. Journal of Marine Pollution Bulletin, 149.

Mahyudin, R. P. (2017). Kajian permasalahan pengelolaan sampah dan dampak lingkungan di TPA (tempat pemrosesan akhir). Jukung, 3(1) 66-74, 2017.

Nugraha, I. "mongabay.co.id," 22 Oktober 2019. [Online]. Available: https://www.mongabay.co.id/2019/10/22/kebakaran-hutan-dan-lahan-sampai-september-2019-hampir-900-ribu-hektar/. [Accessed 21 April 2020].

Nugraha, I. "mongabay.co.id," 30 Oktober 2019. [Online]. Available: https://www.mongabay.co.id/2019/10/30/menyoal-jutaan-hektar-kebun-sawit-dalam-kawasan-hutan/. [Accessed April 21 2020].

Permana, E. "www.aa.com.tr," 24 Januari 2019. [Online]. Available: https://www.aa.com.tr/id/headline-hari/indonesia-hasilkan-67-juta-ton-sampah-pada-2019/1373712. [Accessed 21 April 2020].

Putraditama, A., Kim, Y. S., & Meador, A. J. S. Community forest management and forest cover change in Lampung, Indonesia. Forest Policy and Economics, 106.

Riggs, R. A., Sayer, J., Margules, C., Boedhihartono, A. K., Langston, J. D., & Sutanto, H. (2016). Forest tenure and conflict in Indonesia: Contested rights in Rempek Village, Lombok. Land Use Policy, 57, 241-249.

Supraptini. (2002). Pengaruh limbah industri terhadap lingkungan di Indonesia. Media Litbang Kesehatan, 12(2), 10-19.

Suwarno, A., Hein, L., Weikard, H. P., Noordwijk, M. V., & Nugroho, B. (2018). Land-use trade-offs in the Kapuas peat forest, Central Kalimantan, Indonesia. Land Use Policy, 75, 340-341.

Tacconi, L., & Muttaqin, M. Z. (2019). Reducing emissions from land use change in Indonesia: An overview. Forest Policy and Economics, 108.

Uda, S. K., Schouten, G., & Hein, L. (2018) The institutional fit of peatland governance in Indonesia. Land Use Policy, In press, corrected proof.

World Bank. (2018). Hotspot sampah laut Indonesia.

Worldbank, "worldbank.org," April 2018. [Online]. Available: http://documents.worldbank.org/curated/en/642751527664372193/pdf/126686-INDONESIA-29-5-2018-14-34-5-SynthesisFullReportAPRILIND.pdf. [Accessed 20 April 2020].

Downloads

Published

2021-11-27

Issue

Section

Articles