Membangkitkan Nilai Karakter Budaya Lokal PO-5 Sejak Dini Melalui Gerakan Literasi Media dan Digital

Authors

  • Hijrawatil Aswat Universitas Muhammadiyah Buton, Indonesia
  • irsan irsan Universitas Muhammadiyah Buton, Indonesia
  • Agistha virsania rahman Universitas Muhammadiyah Buton, Indonesia
  • Rahmi Aprilia Universitas Muhammadiyah Buton, Indonesia
  • Muliati Muliati Universitas Muhammadiyah Buton, Indonesia
  • Wulan Damayanti Yansen Universitas Muhammadiyah Buton, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31100/matappa.v5i2.1905

Keywords:

Nilai karakter budaya lokal, Po-5, Literasi media dan digital

Abstract

Nilai karakter berperan dalam pembentukan jati diri sebagai pondasi peradaban bangsa yang bermartabat. Bangsa yang dibangun dari karakter yang kuat bersumber dari kearifan lokal yang dimiliki oleh masyarakat dan dihidupi bersama secara turun temurun. Termasuk di Kota Baubau  yang menjunjung tinggi karakter lokal dari nilai-nilai PO-5, diantaranya 1) Po Ma-masiaka yang artinya saling menyayangi; 2) Po Pia-piara yang artinya saling memelihara; 3) Po Mae-maeaka yang artinya saling menghargai; 4) Po Angka-angkataka yang artinya saling mengangkat harkat; dan 5)Po Binci-binciki kuli yang artinya saling cubit mencubit yang dimaknai dalam bentuk toleransi. Sehingga perlu membangkitkan nilai karakter budaya lokal PO-5 melalui Gerakan literasi media dan digital khususnya pada anak di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Kota Baubau. Sasaran dalam kgiatan ini adalah guru, orang tua, dan murid. Metode pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari 1) Assesment; 2) Planning and development; 3) Implementation; 4) Evaluation. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perubahan perilaku setelah diadakannya sosialisasi melalui pelaksanaan webinar yang diikuti oleh seluruh guru dan orang tua murid di TK Aisyiyah Kota Baubau, terkait penguatan karakter budaya lokal sejak dini serta melibatkan guru dan siswa dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas berbasis karakter dengan mengintegrasikan karakter-karakter budaya lokal PO-5 kedalam kegiatan pembelajaran. Dengan demikian pembiasan-pembiasaan karakter budaya lokal akan terasah dan terus menjadi pembiasaan dalam diri anak hingga menjadi suatu kebiasaan yang tertanam dalam jati diri anak hingga dewasa. 

References

Agustin, Y. N. A. (2016). Penanaman Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Dan Kearifan Lokal Peserta Didik Sekolah Dasa. Jurnal Penanaman Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal Di Sekolah Dasar, 53(9), 2–4.

Baubau, D. I. K., & Tenggara, P. S. (2016). K a n d a i. 12(2), 297–308.

Faslia. (2013). Kearifan Lokal Buton dalam Pendidikan Anak.Jurnal Pepatudzu, Volume 6 No.1

Konflik, P., & Dan, S. (n.d.). Communication Skill Class.pdf. 36, 36–45.

Onde, M. L. ode, Aswat, H., B, F., & Sari, E. R. (2020). Integrasi Penguatan Pendidikan Karakter (Ppk) Era 4.0 Pada Pembelajaran Berbasis Tematik Integratif Di Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 4(2),

Agustin, Y. N. A. (2016). Penanaman Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Dan Kearifan Lokal Peserta Didik Sekolah Dasa. Jurnal Penanaman Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal Di Sekolah Dasar, 53(9), 2–4.

Baubau, D. I. K., & Tenggara, P. S. (2016). K a n d a i. 12(2), 297–308.

Faslia. (2013). Kearifan Lokal Buton dalam Pendidikan Anak.Jurnal Pepatudzu, Volume 6 No.1

Konflik, P., & Dan, S. (n.d.). Communication Skill Class.pdf. 36, 36–45.

Onde, M. L. ode, Aswat, H., B, F., & Sari, E. R. (2020). Integrasi Penguatan Pendidikan Karakter (Ppk) Era 4.0 Pada Pembelajaran Berbasis Tematik Integratif Di Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 4(2), 268–279. https://doi.org/10.31004/basicedu.v4i2.321

Suherman, A., Mayunita, S., Mahyudin, M., & Yusuf, A. (2020). Strategi Komunikasi Pemerintah Kota Baubau dalam Sosialisasi Nilai-nilai Kearifan Lokal. Tuturlogi, 1(2), 139–150. https://doi.org/10.21776/ub.tuturlogi.2020.001.02.5

Downloads

Published

2022-06-05

Issue

Section

Articles

Citation Check