PKM Deklarasi Anti Bullying bagi Siswa SMP

Farida Aryani, Abdullah Sinring




Abstract


Bullying menjadi salah satu bentuk kekerasan dan agresif siswa di sekolah. Bullying itu sendiri terjadi ketika seorang berusaha untuk menyakiti secara psikologis ataupun fisik terhadap seseorang/sekelompok orang yang lebih “lemah”, oleh seseorang/ sekelompok orang yang lebih “kuat”. Hubungan sebaya memiliki peranan yang kuat dalam kehidupan siswa. Fokus dari hubungan sebaya adalah bagaimana seseorang dapat diterima dalam suatu pertemanan dengan teman yang memiliki kesamaan dalam usia, latar belakang ataupun nasib. Membentuk kelompok sebaya dengan peran sebagai ambassador anti bullying menjadi salah satu alternative untuk menciptakan lingkungan sekolah yang positif, mengajak siswa untuk tegas melaporkan perilaku bullying yang terjadi, membiasakan untuk melakukan perilaku positif dan melakukan deklarasi anti bullying serta menjadikan program anti bullying terintegrasi dengan OSIS.  Seluruh tujuan, target dan metode ini dirancang dalam skenario yang terukur, dimulai dari analisis kondisi masyarakat mitra, merancang program anti bullying dengan melibatkan siswa-sisw SMP yang diselenggarakan dalam waktu 3 bulan, sehingga membentuk lingkungan yang positif dan menghasilkan program bagi OSIS. Hasil kegiatan PKM yaitu 1) Meningkatnya kesadaran siswa terhadap peran teman sebaya sehingga terbentuknya Komunitas Ambassador Anti Bullying dari Siswa. 2) Terbentunya program Anti Bullying yang terintegrasi ke dalam program OSIS SMP Negeri 1 Polongbangkeng Utara, dan 3) Melakukan deklarasi Anti Bullying.


Keywords


Perilaku Bullying; OSIS; Deklarasi Anti Bullying

Full Text:

PDF

References


American Psychological Association. (2016). Bullying. http://www.apa.org/topics/bullying/

Community the movement against bullying (2015). Bullying in Indonesia. http://nobullying.com/bullying-in-indonesia/

Department of Health & Human Services USA, (2015). What is Bullying. http://www.stopbullying.gov/what-is-bullying/

Prayitno, E. (2006). Psikologi Perkembangan Remaja. Padang: FIP UNP

Hunainah. (2012). Model dan Implementasi Model Konseling Sebaya. Bandung: Rizqi Press.

Hurlock, E. (2005). Perkembangan Anak Jilid 2 Terjemahan Meitasari Tjandrasa. Jakarta: Erlangga.

Olweus. (1993). Bullying At School: What We know and What We Can Do. Oxford: Blackwell

Rigby, Ken. (2003). Addressing bullying in schools: Theory and practice. Australian Institute of Criminology. Canberra, Australia. http://www.aic.gov.au

UNICEF Indonesia. (2015). Standing up against bullying. http://unicefindonesia.blogspot.co.id/2015/07/standing-up-against-bullying.html.

Wardani, S. Y., & Trisnani, R. P. (2015). Konseling Sebaya untuk Meningkatkan Perilaku Prososial Siswa. Psikopedagogia, 4(2), 87–92.


How To Cite

Add References






DOI: http://dx.doi.org/10.31100/matappa.v3i1.474

Article metrics

Abstract views : 51 | views : 22

Refbacks



Copyright (c) 2020 Farida Aryani, Abdullah Sinring

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Publisher

STKIP Andi Matappa Pangkep

Alamat: Jalan Andi Mauraga No 70 Kabupaten Pangkep-Sulsel

Email: [email protected] Cp. 085299898201/085255775178

 


Telah Terindex oleh:

   


Copyright of MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Creative Commons License

 

View Matappa Stats