PKM Kelompok Usaha Jamur Tiram Putih

Authors

  • Andi Mangnguntungi Sudirman Universitas Cokroaminoto Palopo, Indonesia
  • Akhmad Syakur Universitas Cokroaminoto Palopo, Indonesia
  • Irmayani Irmayani Universitas Cokroaminoto Palopo, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31100/matappa.v3i1.475

Keywords:

Jamur Tiram Putih

Abstract

Tujuan program PKM ini adalah Pelatihan dan pendampingan pengaplikasian ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mengembangkan komiditi jamur tiram putih menjadi produk pangan yang yang sehat, bergizi, higienis, aman dikonsumsi, bercita rasa tinggi dan dapat diterima oleh pasar sehingga meningkatan nilai ekonomi produk.

Metode pelaksanaan diantaranya (1) Pelatihan untuk mitra dalam menggunakan peralatan dalam proses produksi, proses pengemasan dan labelling produk secara mandiri dan berkesinambungan, (2) Pelatihan dan pendampingan pemasaran dan penyebarluasan produk dengan target pemasaran yang lebih luas dan (3) Pembentukan kelompok Wirausaha Mandiri untuk para petani dalam manajemen produksi, pemasaran dan keuangan sehingga pengelolaan usaha dapat terkontrol dan termanajemen secara baik dan trstruktur.

Luaran dari PKM yang dilaksanakan menghasilkan luaran berupa produk bakso, nugget, crispy, abon, kerupuk dan kripik jamur tiram putih yang berkualitas dan memiliki kandungan gizi yang tinggi. Selain itu memiliki kemasan yang menarik, nama merek dagang dan label pada hasil olahan jamur terulis dengan jelas serta standar baku mutu yang sesuai dengan SNI. Selain itu, Produk ini akan memberikan nilai tambah terhadap komoditi lokal dan memperluas pemasaran produk sehingga dapat meningkatkan pendapatannya secara finansial.The aims of  these programs were Training and assistance in the application of science and technology in developing white oyster mushroom commodities into healthy, nutritious, hygienic, safe food consumption, high taste and can be accepted by the market thereby increasing the economic value of the product The method of this PKM were (1) Training for partners in using equipment in the production process, packaging process and product labeling independently and continuously, (2) Training and marketing assistance and product dissemination with broader marketing targets and (3) Formation of an Independent Entrepreneurial group for farmers in production, marketing and financial management so that business management can be controlled and well managed and structured. The result of these program were produce meatballs, nuggets, crispy, crackers and quality white oyster mushroom chips in high nutritional content. Besides that having attractive packaging, trademark names and labels on processed mushroom products are clearly written as well as quality standards. In addition, this product will add value to local commodities and expand product marketing so that it can increase its income financially.

References

https//Luwuutarakab.go.id/

Irrubai, L. M. 2016. Strategi Labeling, Packaging dan Marketing Produk Hasil Industri Rumah Tangga. Social Science Education Journal, 3 (1), 2016, 17-26

Nuryanti, B. L., Yunia, A. R. 2008. Pengaruh Variasi Dan Kemasan Produk Terhadap Keputusan Pembelian Teh Kotak Ultrajaya (Survei pada Mahasiswa FPIPS Universitas Pendidikan Indonesia). Jurnal Strategic, Volume 7, Nomor 14, September 2008

Praptiningsih, Y., Giyarto, R., Eka, Diniyah., Nurud. 2013. Usaha Jamur Tiram. Universitas Jember

Sumarmi. 2006. Botani dan Tinjauan Gizi Jamur Tiram Putih. Jurnal Inovadi Pertanian. Vol.4 No.2. (124- 130)

Sumiati, E., Suryaningrat, E., Puspitasari. 2005. Perbaikan Produksi Jamur Tiram dengan Modifikasi Bahan Baku Utama Media Bibit. BPTS, Bandung.

Downloads

Published

2020-03-27

Issue

Section

Articles

Citation Check