Pemberdayaan Kelompok Ternak Lebah Madu Melalui Usaha Pengolahan Susu Kambing

Authors

  • Achmad Jaelani Universitas Islam Kalimantan Muhamad Arsyad Al Banjari Banjarmasin
  • Abd. Malik Universitas Islam Kalimantan Muhamad Arsyad Al Banjari Banjarmasin
  • Tintin Rostini Universitas Islam Kalimantan Muhamad Arsyad Al Banjari Banjarmasin
  • Fitriani Fitriani Universitas Islam Kalimantan Muhamad Arsyad Al Banjari Banjarmasin
  • Sugiharti Sugiharti Universitas Islam Kalimantan Muhamad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

DOI:

https://doi.org/10.31100/matappa.v4i1.911

Keywords:

Dairy Goat, milk processing

Abstract

Topik pengabdian ini dipilih pada Kelompok Lebah Madu yang merupakan kelompok ternak yang berusaha di bidang ternak kambing Perah sejak tahun 2013 dengan anggota kelompok berjumlah 14 anggota, hingga saat ini masih eksis dan bertahan dalam usahanya namun masih sedikit variasi produk yang dihasilkannya. Masyarakat umumnya tidak terbiasa dengan produk susu kambing, sehingga penjualan produk sangat terbatas. Oleh karena itu, dengan diolahnya produk susu kambing dapat dilakukan diversifikasi untuk memberikan peluang produk baru yang diminati masyarakat. Beberapa produk baru bisa jadi susu kambing diolah menjadi, yogurt, masker dan kombinasi minuman dengan bahan herbal. Hari ini untuk produk makanan olahan susu sapi cukup banyak. Namun produk susu kambing masih terbatas. Hal ini tentu saja menjadi tantangan tersendiri bagi produk ini untuk dikenal dan dicintai oleh semua lapisan masyarakat. Caranya dilakukan dalam bentuk Participatory Rural Appraisal melalui praktik penyuluhan dan pengolahan susu kambing dan tes favorit produk ini. Kali ini pemberdayaan masyarakat selama 3 bulan di lokasi Kelompok Ternak lebah Madu di Desa Sungai Bokor Kecamatan Danau Pematang, Kecamatan Mataraman. Dari haril pelaksanaan pemberdayaan masyarakat, rupanya, sangat antusias dan berhasil membuat yogurt, susu masker dan minuman bubuk ditambah jamu dengan kualitas yang baik termasuk dan tertarik namun perlu adanya terobosan baru dalam pemasaran.

Author Biography

Achmad Jaelani, Universitas Islam Kalimantan Muhamad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Animal Husbandry Dept.

References

Badan Pusat Statistik.2011. Kalimantan Selatan Dalam angka. BPS Kalsel

Codex Standard For Fermented Milks (Codex Stan 243-2003)

Darma, 2010. Bioteknologi Fermentasi. [online]. Tersedia : http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/01/bioteknologi-fermentasi/-diakses-12-11-2011

Nandito, 2010. Mengenal Cara Pembuatan Youghrt. [online]. Tersedia :http://nandito106.wordpress.com/2010/01/19/mengenal-cara-pembuatan-yoghurt/-diakses-16-11-2011

Direktorat Jendral Peternakan dan KesehatanHewan.2016. Statistik Peternakan dan Kesehatan Hewan

Hary. 2010. Cara Membuat Youghrt. [online]. Tersedia : http://haryvedca.wordpress.com/2010/08/23/cara-membuat-yoghurt/-diakses-16-11-2011

Hijriah, P. F., Santoso, P. E., Wanniatie, V. 2016. Status mikrobiologi (total plate count, coliform, dan escherichia coli) susu kambing peranakan etawa (pe) di desa Sungai Langka kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu Vol. 4(3): 217-221

Jenie, Betty Sri Laksmi. 1998. Sanitasi

Dalam Industri Pangan, Institut

Pertanian Bogor.

Muthia Sani, Hasnelly, Yusep Ikrawan, 2017. Pengaruh Jenis Susu Kambing Organik (Susu Pasteurisasi Dan Susu Bubuk) Dan Lama Fermentasi Terhadap Karakteristik Kefir Susu Kambing Organik. Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Teknik Universitas Pasundan Bandung

Rachmawati, A. 2012. Produksi dan Evaluasi Kualitas Susu Bubuk Asal Kambing Peranakan Etawa. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol. 23

Resnawati, H. 2010. Kualitas susu pada berbagai pengolahan dan penyimpanan. Semiloka nasional prospek industry sapi perah menuju perdagangan bebas. Balai Penelitian Ternak, Bogor.

Rosartio, R., Suranindyah, Y., Bintara, S., Ismaya. 2015. Produksi dan komposisi susu kambing peranakan ettawa di dataran tinggi dan dataran rendah daerah istimewa yogyakarta. Buletin Peternakan Vol. 39 (3): 180-188, Oktober 2015

Setiawan, J., Maheswari, R. R. A., Purwanto, B. P. 2013. Sifat fisik dan kimia, jumlah sel somatik dan kualitas mikrobiologis susu kambing peranakan etawa. Acta Veterinaria Indonesiana Vol 1(1):32-43

Septia I. 2010. Teknik pembutaan Susu fermentasi (yoghurt) http://itaseptia.blogspot.com/2010/05/susu-fermentasi-yoghurt.html. diakses pada tanggal 13 Desember 2011

Sudaryati, HP, Sri Djajati, Novan Tri Fachrizal. 2016.Pembuatan Yoghurt Bubuk Susu Kambing Ettawa. J.Rekapangan, Vol.11, No.2,

Widodo W. 2002. Bioteknologi Fermentasi Susu. Universitas Muhamadiyah. Malang. Hal.

Zaidemarmo, N., Husni, A., Sulastri. 2016. Kualitas kimia susu kambing peranakan etawa pada berbagai periode laktasi di desa Sungai Langka Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu Vol. 4(4): 307 – 312.

Zain, W.H.N. 2013. Kualitas Susu Kambing Segar Di Peternakan Umban Sari Dan Alam Raya Kota Pekanbaru. Jurnal Peternakan Vol 10 No 1 hal. 24 - 30

Zakaria, Y. Helmy, MY. Dan Yuda, S. 2011. Analisa Kualitas Susu Kambing Peranakan Etawah yang Disterilkan pada Suhu dan Waktu yang Berbeda. Jurnal Agripet. Vol. 11 No. 1 Hal 29-31

Dwi Yoga Sutrisna, I Ketut Suada, I Putu Sampurna. 2014. Kualitas Susu Kambing Selama Penyimpanan pada Suhu Ruang Berdasarkan Berat Jenis, Uji Didih, dan Kekentalan. Indonesia Medicus Veterinus 2014 3(1) : 60-67

Downloads

Published

2021-08-18

Issue

Section

Articles