IbM Kelompok Kader Bumantik Dalam Revitalisasi Peran Dan Optimalisasi Pemanfaatan Daun Jeruk Nipis Sebagai Biolarvasida

Authors

  • Nian Afrian Nuari Keperawatan, STIKES Karya Husada Kediri, Indonesia
  • Dhina Widayati STIKES Karya Husada Kediri, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31100/matappa.v1i1.98

Keywords:

Bumantik, Daun, Jeruk, Biolarvasida, DBD.

Abstract

Penyakit DBD termasuk penyakit yang sering kita jumpai di Indonesia yang angka kejadian selalu meningkat dari tahun ke tahun. Tujuan dari penelitian  ini adalah untuk menganalisis pengaruh IbM Kader Bumantik melalui revitalisasi peran dan optimalisasi pemanfaatan daun jeruk nipis sebagai biolarvasida terhadap pengetahuan kader. Metode dalam penelitian ini menggunakan desain pre eksperimen dengan intervensi meliputi pelatihan  peran kader bumantik dan pelatihan tentang  pemanfaatan daun jeruk nipis sebagai larvasida alami. Aspek yang diukur setelah pelaksanaan ini adalah pengetahuan kader dalam peran dan tugas sebagai Kader Bumantik dan pembuatan produk Biolarvasida dengan jumlah sampel sebanyak 40 orang yg diambil dengan purposive sampling. Hasil diuji dengan Wilcoxon Matched Paired Test (0,005).  Hasil pengetahuan kader Bumantik sebelum  didapatkan sebagian besar mempunyai pengetahuan cukup dan setelah dilakukan kegiatan IbM sebagian besar mempunyai pengetahuan baik. Dari hasil analisis uji statistik  didapatkan bahwa terdapat pengaruh kegiatan IbM terhadap pengetahuan kader bumantik (P= 0,000). Kegiatan IbM  revitalisasi peran dan optimalisasi pemanfaatan daun jeruk nipis sebagai biolarvasida ini mampu meningkatkan kemampuan masyarakat terutama kader Bumantik dan perlu dilakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk melakukan program pencegahan DBD dan produk biolarvasida daun Jeruk Nipis bisa dimanfaatkan masyarakat karena murah dan mudah pembuatannya dengan teknologi sederhana.

References

Afrian, N., Widayati, D., & Setyorini, D. (2016). Pengembangan model motivasi Jumanior (Juru Pemantau Jentik Junior) dalam perilaku PSN (Pemberantasan SArang Nyamuk) Aedes aegypty berbasis integrasi model Lawrence Green dan Mc.Clelleand. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 9(2), 129–138.

Breksa, A., King, D., & Vilches, A. (2015). Determination of Citrus Limonoid Glucosides by High Performance Liquid Chromatography Coupled to Post-Column Reaction with Ehrlich’s Reagent. Beverages, 1(2), 70–81. https://doi.org/10.3390/beverages1020070

Ferguson, J. J. (2002). Medicinal Use of Citrus, 1–3.

Kardinan, A. (2011). Penggunaan Pestisida Nabati Sebagai Kearifan Lokal Dalam Pengendalian Hama Tanaman Menuju Sistem Pertanian Organik. Pengembangan Inovasi Pertanian, 4(4), 262–278.

Nuari, N. A. (2016). Pengembangan Model Peningkatan Pemberdayaan Diri dan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2. Jurnal Ners Lentera, 4(2), 152–165.

Nurdianti, D. (2014). Keefektifan Daya Bunuh Minyak Atsiri Bunga Kenanga (Cannangium odoratum) Terhadap Kematian Larva N yamuk Aedes aegypti Instar III.

Widayati, Dhina & Nuari, N. A. (2017). PENGEMBANGAN MODEL HEALTH PARTICIPATIVE MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN PENYAKIT DENGUE DAN. Proceeding Seminar Nasional Hasil Pengabdian Masyarakat, 1 No 1, 93–99. Retrieved from http://senias.uim.ac.id/index.php/senias_2017/article/view/75/3

Widayati, D., & Nuari, N. A. (2017). PENGEMBANGAN MODEL HEALTH PARTICIPATIVE MASYARAKAT ( HEPAR ) DALAM PENINGKATAN PHBS DAN PENGENDALIAN VEKTOR DBD Development of Health Participative Community Model for Improving PHBS and Controlling Dengue Vector. Jurnal Penelitian Keperawatan STIKES Baptis, 3, No.2, 131–140.

Young, T. (1995). Kandungan organik tumbuhan tinggi / Trevor Robinson .

Downloads

Published

2018-03-30

Issue

Section

Articles

Citation Check