EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA PADA PROSES PRODUKSI GULA KELAPA DI DESA KLESEM KEBONAGUNG PACITAN

Mulyadi Mulyadi




Abstract


Fenomena penting dalam kajian matematika dan budaya penting untuk di eksplore melalui etnomatematika sebagai sumber pengetahuan yang kontekstual untuk memahami aktivitas matematika dilingkungan dan dikehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) konsep-konsep matematika, (2) nilai-nilai karakter, dan (3) kontribusi etnomatematika pada proses produksi gula kelapa terhadap pendidikan matematika. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metodenya adalah deskriptif dengan pendekatan etnografi dan studi kasus. Subjek pada penelitian ini adalah pelaku produksi gula kelapa. Pengumpulan data dengan metode observasi, wawancara, studi pustaka dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan sumber. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yakni reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah: (1) Konsep-konsep matematika yang terdapat pada proses produksi gula kelapa di antaranya geometri bidang, geometri ruang, perbandingan, kesebangunan, serta aritmatika sosial; (2) nilai-nilai karakternya yaitu sabar, telaten, terampil, kerja keras, serta semangat yang tinggi; sedangkan (3) kontribusi etnomatematikanya adalah memberikan pemahaman siswa mengenai konsep-konsep matematika teoritis dengan kondisi sosial budaya di masyarakat, memanfaatkan konsep matematika pada proses produksi gula kelapa menjadi materi sebagai bahan pembelajaran matematika, memanfaatan fenomena budaya kearifan lokal dengan tujuan untuk mengenalkan konsep-konsep matematika dan pendidikan karakter. 

ABSTRACT

Critical phenomena in mathematics related to culture are essential to be explored through ethnomathematics as a contextual knowledge to understand mathematical activities in daily life. The research aims to determine mathematical concepts, character values, and the contribution of ethnomathematics to the process of producing coconut sugar for mathematics education. The researcher used qualitative research. The method is descriptive with an ethnographic approach and case studies. The subject was coconut sugar farmers. Data was collected by implementing observation, interviews, literature study, and documentation. The researcher used triangulation techniques and sources as data validity testing. In analyzing the data, the researcher used Miles and Huberman model, including data reduction, data presentation, and verification or conclusions. This study resulted in three findings. First, mathematical concepts were found in the process of coconut sugar production, including field geometry, spatial geometry, comparison, congruence, and social arithmetic. Second, the character values are patience, meticulous, skilled, hard work, and high spirits. Third, the contribution of ethnomathematics is providing students with an understanding of theoretical mathematical concepts with socio-cultural conditions, utilizing mathematical concepts in the process of producing palm sugar as the source for learning mathematics, utilizing local wisdom cultural phenomena to introduce mathematics concepts and character education.


Keywords


Ethnomatematics, coconut sugar, concepts, character

Full Text:

PDF

References


Arisetyawan, A., Suryadi, D., Herman, T., & Rahmat, C. (2014). Study Ethnomathematics : A Lesson of Baduy Culture. International Journal of Education and Research, 2(10), 681–688.

Ikhsan, M., & Juandi, D. (2015). Analisis Penguasaan Siswa Sekolah Menengah Atas pada Materi Geometri. Didaktik Matematika, 2(1), 64–70.

Mulyadi, & Cahyani, D. N. A. (2017). Konsepsi Mahasiswa Pendidikan Matematika terhadap Mata Kuliah Metode Numerik. Jurnal Humaniora, 5(1), 652–656.

Noto, M. S., Firmasari, S., & Fatchurrohman, M. (2018). Etnomatematika pada sumur purbakala Desa Kaliwadas Cirebon dan kaitannya dengan pembelajaran matematika di sekolah Ethnomathematics at the sumur purbakala Kaliwadas Village of Cirebon and relationship with mathematics learning in school. 5(2), 201–210.

Nuh, Z. M., & Dardiri. (2017). Etnomatematika Dalam Sistem Pembilangan Pada Masyarakat Melayu Riau. Kutubkhanah, 19(2), 220–238. http://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/Kutubkhanah/article/view/2552

Puspadewi, K. R. (2014). Etnomatematika di Balik Kerajinan Anyaman Bali. Matematika, 4(2), 80–89.

Rachmawati, I. (2012). Eksplorasi Etnomatematika Masyarakat Sidoarjo. MATHEdunesa, 1(1), 1–8.

Sugiyono. (2014). Memahami Penelitian Kualitatif. Alfabeta.

Sutrisno. (2016). Berbagai Pendekatan dalam Pendidikan Nilai dan Pendidikan Kewarganegaraan. Jurnal Dimensi Pendidikan Dan Pembelajaran;, 5, 26–37. https://doi.org/10.24269/dpp.v4i1.56

Ubayantii, C. et al. (2016). Eksplorasi Etnomatematika Pada Sero (Set-Net) : Budaya Masyarakat Kokas Fakfak Papua Barat. Jurnal Ilmiah Matematika Dan Pembelajarannya, 1(2007), 12–21. http://ejournal.uncen.ac.id/index.php/JIMP/article/view/213

Ubiratan D’ambrosio. (1985). FLM Publishing Association Ethnomathematics and Its Place in the History and Pedagogy of Mathematics. Source: For the Learning of Mathematics, 5(1), 44–48.


How To Cite

Add References






DOI: http://dx.doi.org/10.31100/histogram.v4i1.582

Article metrics

Abstract views : 74 | views : 27


Copyright (c) 2020 mulyadi mulyadi

 
 
 
 
 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats