PROSES BERPIKIR KREATIF MAHASISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA BERDASARKAN GENDER

Yunarni Yusri, Febria Hardianty

Abstract


Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk memperoleh deskripsi proses berpikir kreatif mahasiswa berdasarkan perbedaan gender. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri sebagai instrumen utama yang dipandu oleh tugas pemecahan masalah matematika dan pedoman wawancara yang valid dan reliabel. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara berbasis tugas. Subjek penelitian adalah mahasiswa semester VII Program studi Pendidikan Matematika STKIP Andi Matappa yang terdiri dari dua orang (1 orang laki-laki dan 1 orang perempuan). Hasil penelitian menunjukkan: (1) Tidak terdapat perbedaan yang berarti tentang proses berpikir kreatif subjek laki-laki (S1) dan subjek perempuan (S2) dalam pemecahan masalah  matematika  yang memenuhi  aspek  lancar  (fluent),  fasih (flexible) dan baru (original), yaitu keduanya melalui tahapan: 1) persiapan, 2) inkubasi, 3) iluminasi, dan 4) verifikasi. Demikian pula, tidak  ditemukan  perbedaan  yang berarti  tentang  rangkaian  aktivias mental yang digunakan kedua subjek pada tiap tahapan; (2) Ditemu kenali perbedaan hasil tugas kedua subjek: 1) S1 menggunakan tiga cara yang baru, meskipun ketiga cara ini menggunakan konsep yang sama. Sedang S2, menggunakan satu cara baru, 2) fungsi-fungsi yang  ditemukan  S1  lebih  variatif  dan  lebih  kompleks  dibanding fungsi-fungsi yang ditemukan S2. Meskipun hasil tugas kedua subjek berbeda,namun keduanya kreatif dalam pemecahan masalah matematika.


Keywords


berpikir kreatif; pemecahan masalah; gender

Full Text:

PDF

References


Agarwal, S. & Kumari, S. (1982). A Correlational Study of Risk-Taking and Creativity with Special Reference to Sex Differences. Indian Educational Review, 17, 104–110.

Alimuddin. (2009). Eksplorasi proses berpikir dosen Matematika UNM Makassar dalam pemecahan masalah matematika. Universitas Negeri Makassar.

Alpaugh, P. K. & Birren, J. E. (1977). Variables Affecting Creative Contributions across the Adult Life Span. Human Development. Human Development, 20(4), 240–248.

Baer, J. (1993). Creativity and Divergent Thinking: A Task Specific Approach. New Jersey: Erlbaum.

Bromley, D. B. (1956). Some Experimental Tests of the Effect of Age on Creative Intellectual Output. Journal of Gerontology, 11, 74–82.

Dharma, S. (2008). Kreativitas. Jakarta: Direktorat Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan, Departemen Pendidikan Nasional.

Hwang, W, Y., Chen, N,S., Dung, J, J., & Yang, Y, L. (2007). Multiple Representation Skills and Creativity Effects on Mathematical Problem Solving using a Multimedia Whiteboard System. Journal of Educational Technology & Society, 10(2), 191–212.

Jaquish, G. A. & Ripple, R. E. (1981). Cognitive Creative Abilities and Self-esteem across the Adult Life-Span. Human Development, 24(2), 110–119.

Moleong, L. . (2006). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya.

Novak, J. D. (1979). Meaningful reception learning as a basis for rational thinking. 1980 AETS yearbook: The psychology of teaching for thinking and creativity. Columbus: OH: ERIC Clearinghouse for Science, Mathematics, and Environmental Education.

Simonton, D. K. (2003). Scientific Creativity as Constrained Stochastic Behavior: The Integration of Product, Person, and Process Perspectives. Psychological Bulletin, 129(4), 475–494.

Sriraman, B. (2004). The Characteristics of Mathematical Creativity. The Mathematics Educator, 14(1), 19–34.




DOI: http://dx.doi.org/10.31100/histogram.v3i2.486

Article metrics

Abstract views : 82 | views : 13


Copyright (c) 2019 HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika

 
 
 
 
 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats